Waspadai Tanda Kanker Payudara dan Leher Rahim
Waspadai Tanda Kanker Payudara dan Leher Rahim
Kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks perlu diwaspadai karena tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Imbauan dr. Agung menekankan pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan tidak menunda pemeriksaan ketika muncul tanda yang tidak biasa.
Satu gejala tidak otomatis berarti kanker. Benjolan, perdarahan vagina, keputihan, atau nyeri dapat disebabkan oleh kondisi lain yang lebih ringan. Namun, perubahan yang menetap, berulang, memburuk, atau mengkhawatirkan perlu dinilai oleh tenaga medis.
Mengapa Perlu Diwaspadai?
Kanker tidak selalu menyebabkan nyeri, perdarahan, atau keluhan berat sejak awal. Perubahan awal dapat berupa benjolan kecil, perubahan kulit, perubahan puting, atau hasil skrining yang tidak normal.
Tidak adanya gejala bukan jaminan bahwa seseorang bebas dari penyakit. Pemeriksaan berkala tetap penting, termasuk bagi perempuan yang merasa sehat. Perubahan pada payudara dan sistem reproduksi juga dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, kehamilan, menyusui, perubahan hormon, infeksi, atau kondisi jinak lainnya.
Deteksi dini membantu dokter menilai keluhan dan menentukan pemeriksaan lanjutan. Pada kanker leher rahim, skrining dapat menemukan perubahan sel sebelum berkembang menjadi kanker. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan skrining dan tindak lanjut sebagai bagian penting dalam pengendalian kanker leher rahim.
Referensi Organisasi Kesehatan Dunia
Tanda Kanker Payudara
Perubahan berikut perlu diperhatikan:
- benjolan atau penebalan baru pada payudara atau ketiak;
- perubahan ukuran atau bentuk payudara yang menetap;
- kulit mengerut, tertarik, menebal, memerah, membengkak, atau menyerupai kulit jeruk;
- luka atau iritasi yang tidak membaik;
- puting tertarik ke dalam secara baru atau berubah bentuk;
- cairan dari puting tanpa dipencet, terutama jika bercampur darah;
- nyeri yang menetap, terlokalisasi, atau disertai perubahan lain.
Tidak semua benjolan atau perubahan tersebut merupakan kanker. Kista, fibroadenoma, perubahan hormon, infeksi, dan kondisi jinak lainnya juga dapat menimbulkan keluhan. Tekstur atau rasa nyeri tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis.
Mengenali Perubahan pada Payudara
Pemeriksaan payudara sendiri membantu mengenali kondisi normal tubuh. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara berikut:
- Melihat payudara. Perhatikan bentuk, ukuran, kesimetrisan, kulit, dan posisi puting di depan cermin. Angkat kedua lengan untuk melihat perubahan bentuk atau kulit yang tertarik.
- Meraba payudara. Gunakan bantalan jari dengan tekanan ringan hingga sedang. Periksa seluruh area payudara, dari tulang selangka hingga bagian bawah payudara dan dari tulang dada hingga ketiak.
- Memeriksa puting dan ketiak. Amati perubahan bentuk puting, cairan, pembengkakan, atau benjolan.
Pilih waktu yang konsisten setiap bulan. Perempuan yang masih menstruasi dapat memeriksa payudara ketika tidak terlalu sensitif atau bengkak. Perempuan yang sudah menopause dapat memilih tanggal tertentu setiap bulan.
Pemeriksaan mandiri bukan pengganti pemeriksaan dokter, skrining, atau pemeriksaan pencitraan. Jika menemukan perubahan, catat lokasi dan waktu kemunculannya, hindari menekan benjolan secara berlebihan, lalu buat janji dengan dokter.
Tanda Kanker Leher Rahim
Pada tahap awal, kanker leher rahim dapat tidak menimbulkan gejala. Ketika muncul, gejalanya dapat menyerupai masalah kesehatan reproduksi lain.
Perdarahan Vagina yang Tidak Biasa
Perdarahan yang perlu diperhatikan meliputi:
- perdarahan di luar jadwal menstruasi;
- menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya;
- perdarahan setelah berhubungan seksual;
- perdarahan setelah menopause;
- perdarahan berulang tanpa penyebab yang jelas.
Perdarahan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi, polip, gangguan hormon, kehamilan, kontrasepsi, atau kondisi lain. Namun, keluhan tersebut tetap perlu diperiksa, terutama jika berulang atau terjadi setelah menopause.
Keputihan yang Berubah
Keputihan yang berubah dalam jumlah, warna, bau, atau konsistensi perlu dikonsultasikan, terutama jika menetap, berbau kuat, bercampur darah, atau disertai nyeri. Infeksi jamur, infeksi bakteri, dan infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan perubahan keputihan.
Nyeri Panggul atau Saat Berhubungan Seksual
Nyeri panggul berulang dan nyeri saat berhubungan seksual perlu dinilai jika tidak membaik, mengganggu aktivitas, atau disertai perdarahan. Penyebabnya dapat berupa infeksi, endometriosis, kista, gangguan otot panggul, kekeringan vagina, atau kondisi lain.
Pada tahap lebih lanjut, sebagian orang dapat mengalami gangguan berkemih, gangguan buang air besar, nyeri punggung, kelelahan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau pembengkakan tungkai. Gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh kanker, tetapi perlu diperiksa.
Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
Pap Smear
Pap smear mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mendeteksi perubahan sel. Jadwal pemeriksaan bergantung pada usia, riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, status kekebalan tubuh, dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Hasil Pap smear yang tidak normal tidak otomatis berarti kanker. Hasil tersebut dapat menunjukkan perubahan sel yang perlu dipantau atau diperiksa lebih lanjut.
Tes HPV
Tes HPV mendeteksi jenis HPV berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker leher rahim. Hasil positif tidak otomatis berarti kanker. Dokter dapat menyarankan pengulangan tes, pemeriksaan tambahan, atau tindakan lanjutan berdasarkan hasil dan riwayat kesehatan.
Pemeriksaan lanjutan dapat meliputi pemeriksaan ulang, tes HPV, kolposkopi, pengambilan sampel jaringan, atau tindakan lain. Ikuti jadwal tindak lanjut meskipun tidak merasakan keluhan.
Hubungan HPV dengan Kanker Leher Rahim
HPV adalah kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir, termasuk area genital. Sebagian besar infeksi HPV dapat menghilang karena sistem kekebalan tubuh. Namun, infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel.
Infeksi HPV tidak selalu menimbulkan gejala. Vaksin HPV membantu mengurangi risiko infeksi jenis HPV tertentu yang berkaitan dengan kanker. Usia pemberian, jumlah dosis, dan jadwal vaksin mengikuti rekomendasi tenaga kesehatan serta kebijakan yang berlaku.
Vaksin HPV tidak menggantikan skrining. Perempuan yang sudah menerima vaksin tetap perlu mengikuti pemeriksaan sesuai rekomendasi.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Konsultasikan kepada dokter jika menemukan:
- benjolan baru yang menetap atau membesar;
- pembengkakan di ketiak;
- perubahan bentuk, ukuran, kulit, atau puting payudara;
- cairan tidak biasa dari puting, terutama jika berdarah;
- perdarahan di luar menstruasi atau setelah menopause;
- keputihan yang berubah, menetap, berbau kuat, atau bercampur darah;
- nyeri panggul berulang;
- nyeri saat berhubungan seksual;
- keluhan yang mengganggu aktivitas atau tidak membaik.
Dapatkan pertolongan medis lebih cepat jika terjadi perdarahan banyak atau terus berlangsung, nyeri berat, pingsan, lemas berat, sesak, demam tinggi, atau pembengkakan yang berkembang cepat.
Faktor Risiko dan Pencegahan
Faktor risiko tidak memastikan seseorang terkena kanker. Riwayat keluarga, usia, paparan hormon tertentu, obesitas, kebiasaan merokok, infeksi HPV, kondisi kekebalan tubuh, dan faktor kesehatan lain dapat memengaruhi risiko.
Langkah yang mendukung kesehatan meliputi:
- menjaga berat badan dalam rentang sehat;
- aktif bergerak secara rutin;
- tidak merokok;
- membatasi konsumsi alkohol;
- mengikuti vaksinasi HPV sesuai rekomendasi;
- menjalani skrining sesuai usia dan faktor risiko;
- tidak menunda konsultasi ketika menemukan perubahan.
Tidak ada satu kebiasaan yang menjamin seseorang bebas kanker. Pencegahan perlu dilakukan bersama pemeriksaan dan tindak lanjut medis.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Jangan menganggap benjolan tidak berbahaya hanya karena tidak nyeri. Jangan menunggu gejala menjadi berat sebelum berkonsultasi. Pengalaman orang lain dan informasi media sosial juga tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi sendiri.
Jika hasil skrining tidak normal, ikuti arahan dan jadwal kontrol. Tidak adanya gejala bukan alasan untuk menghentikan tindak lanjut.
Keluarga dapat membantu dengan mengingatkan jadwal skrining, menemani konsultasi, dan memberikan dukungan emosional. Hindari menyalahkan atau menakut-nakuti perempuan yang menunda pemeriksaan.
Kesimpulan
Kenali perubahan pada payudara dan sistem reproduksi, tetapi jangan mendiagnosis diri sendiri. Benjolan, perubahan kulit atau puting, cairan dari puting, perdarahan vagina yang tidak biasa, keputihan yang berubah, nyeri panggul, dan nyeri saat berhubungan seksual perlu dinilai jika menetap, berulang, atau memburuk.
Lakukan skrining kanker leher rahim sesuai rekomendasi, tanyakan kelayakan vaksin HPV, dan konsultasikan perubahan yang mengkhawatirkan kepada dokter atau fasilitas kesehatan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah setiap benjolan pada payudara berarti kanker?
Tidak. Banyak benjolan disebabkan oleh kondisi jinak, tetapi benjolan baru, menetap, membesar, atau disertai perubahan kulit dan puting perlu diperiksa.
Apakah kanker payudara selalu menimbulkan rasa sakit?
Tidak. Kanker payudara dapat muncul tanpa nyeri. Perubahan bentuk, kulit, puting, atau munculnya benjolan tetap perlu diperhatikan.
Apakah keputihan selalu menjadi tanda kanker leher rahim?
Tidak. Keputihan dapat disebabkan oleh infeksi atau kondisi lain. Keputihan yang berubah, menetap, berbau kuat, atau bercampur darah perlu dikonsultasikan.
Apa perbedaan Pap smear dan tes HPV?
Pap smear memeriksa perubahan sel pada leher rahim, sedangkan tes HPV mendeteksi HPV berisiko tinggi. Dokter dapat merekomendasikan salah satu atau kombinasi pemeriksaan.
Apakah perempuan tanpa gejala tetap perlu melakukan skrining?
Ya. Kanker leher rahim dan beberapa kondisi payudara dapat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Jadwal skrining mengikuti usia, faktor risiko, riwayat pemeriksaan, dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Kapan harus segera menemui dokter?
Temui dokter jika menemukan benjolan payudara yang menetap, perubahan kulit atau puting, perdarahan vagina yang tidak biasa, keputihan bercampur darah, atau nyeri panggul berulang. Dapatkan pertolongan lebih cepat jika terjadi perdarahan banyak, nyeri berat, pingsan, sesak, atau kondisi tubuh menurun.