T
06 November 2026 · 0 views

Mengapa Pengangguran Turun meski Banyak PHK?

Mengapa Pengangguran Turun meski Banyak PHK?

Berita pemutusan hubungan kerja (PHK) masih muncul di berbagai sektor. Pada saat yang sama, data ketenagakerjaan dapat menunjukkan tingkat pengangguran menurun. Kedua kondisi ini tidak selalu bertentangan karena PHK dan pengangguran mengukur hal yang berbeda.

BPS menjelaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran dipengaruhi perubahan struktur angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja di sektor lain. Berkurangnya tingkat pengangguran tidak otomatis berarti seluruh pekerja yang terkena PHK telah memperoleh pekerjaan formal baru. Sebagian mungkin berpindah ke sektor informal, mengambil pekerjaan sementara, membuka usaha sendiri, atau tidak lagi termasuk angkatan kerja pada periode survei.

Sumber

Mengapa pengangguran dapat turun saat PHK terjadi?

PHK menunjukkan berakhirnya hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan. Sementara itu, tingkat pengangguran menunjukkan proporsi penduduk yang tidak bekerja dan memenuhi kriteria pengangguran dibandingkan dengan total angkatan kerja.

Setelah terkena PHK, seseorang dapat:

  • memperoleh pekerjaan baru;
  • membuka usaha sendiri;
  • bekerja di sektor informal;
  • membantu usaha keluarga;
  • mengambil pekerjaan lepas atau harian;
  • mengikuti program padat karya;
  • pulang ke daerah dan bekerja di sektor pertanian atau perdagangan;
  • berhenti mencari pekerjaan; atau
  • tidak lagi termasuk angkatan kerja pada periode survei.

Orang yang tidak bekerja juga belum tentu dikategorikan sebagai penganggur. Status tersebut bergantung pada aktivitas mencari pekerjaan, kesiapan bekerja, dan kriteria lain dalam survei ketenagakerjaan.

Penjelasan BPS tentang tingkat pengangguran

Angkatan kerja terdiri atas penduduk usia kerja yang bekerja dan menganggur. Rumus tingkat pengangguran terbuka adalah:

Tingkat Pengangguran Terbuka = Jumlah Penganggur ÷ Jumlah Angkatan Kerja × 100 persen

Pembaginya bukan seluruh penduduk usia kerja. Penduduk yang tidak bekerja dan tidak sedang mencari pekerjaan tidak termasuk angkatan kerja.

Jika jumlah orang yang bekerja bertambah lebih cepat daripada angkatan kerja, tingkat pengangguran dapat menurun. Sebaliknya, pekerja yang berhenti mencari pekerjaan dapat keluar dari angkatan kerja sehingga tidak selalu meningkatkan angka pengangguran.

Istilah penting dalam statistik ketenagakerjaan meliputi:

  • Penduduk usia kerja: penduduk dalam rentang usia kerja menurut definisi survei.
  • Angkatan kerja: penduduk usia kerja yang bekerja atau menganggur.
  • Penduduk bekerja: orang yang melakukan kegiatan ekonomi untuk memperoleh pendapatan atau membantu usaha, termasuk pekerja keluarga dalam kondisi tertentu.
  • Penganggur: penduduk yang tidak bekerja dan memenuhi kriteria mencari pekerjaan atau siap bekerja menurut survei.
  • Bukan angkatan kerja: penduduk usia kerja yang tidak bekerja dan tidak sedang mencari pekerjaan, seperti sebagian pelajar dan pengurus rumah tangga.

Faktor yang mendorong penurunan pengangguran

Perpindahan ke sektor lain

Pekerja yang kehilangan pekerjaan di satu sektor dapat berpindah ke sektor perdagangan, jasa, pertanian, usaha mikro, atau pekerjaan lepas. Perpindahan ini membuat seseorang kembali tercatat sebagai penduduk bekerja.

Namun, pekerjaan baru belum tentu menunjukkan perbaikan kesejahteraan. Pendapatan bisa lebih rendah, jam kerja tidak menentu, kontrak tidak pasti, dan perlindungan sosial terbatas.

Program padat karya

Program padat karya dapat menjadi penyangga ketika sektor formal melemah. Salah satu contohnya adalah program padat karya Dinas Lingkungan Hidup Jakarta yang menyerap pekerja berusia 19 hingga 60 tahun.

Sumber

Pekerjaan ini biasanya bersifat sementara atau berbasis proyek. Dampaknya perlu dinilai berdasarkan jumlah peserta, durasi, wilayah pelaksanaan, dan keberlanjutan pekerjaan. Satu program daerah tidak dapat menjadi satu-satunya alasan penurunan pengangguran nasional.

Sebagian korban PHK tidak menjadi penganggur

Korban PHK dapat membuka usaha, menjadi pengemudi layanan transportasi, mengambil pekerjaan lepas, bekerja harian, atau membantu usaha keluarga. Sebagian lainnya berhenti mencari pekerjaan karena mengurus keluarga, melanjutkan pendidikan, mengalami masalah kesehatan, atau menilai peluang kerja terlalu terbatas.

Kondisi tersebut tetap dapat menunjukkan tekanan ekonomi. Pendapatan keluarga bisa menurun, konsumsi melemah, dan tabungan atau bantuan keluarga menjadi penyangga. Dampaknya tidak selalu terlihat dalam tingkat pengangguran terbuka.

PHK dan pengangguran mengukur hal berbeda

PHK dapat disebabkan efisiensi, penurunan permintaan, restrukturisasi, penutupan usaha, perubahan teknologi, atau masalah keuangan perusahaan. Dampaknya dirasakan pekerja, keluarga, dan perekonomian lokal.

Tingkat pengangguran merupakan indikator agregat yang menggabungkan kondisi berbagai sektor, wilayah, kelompok usia, dan tingkat pendidikan. Karena itu, dua kondisi berikut dapat terjadi bersamaan:

  1. Banyak pekerja kehilangan pekerjaan di sektor tertentu.
  2. Tingkat pengangguran menurun karena sektor lain menyerap tenaga kerja.

Pengalaman pekerja perlu dilihat melalui data tambahan, seperti durasi mencari kerja, pendapatan setelah PHK, jenis pekerjaan baru, dan akses terhadap perlindungan sosial.

Apakah penurunan pengangguran berarti pekerja membaik?

Belum tentu. Penurunan pengangguran merupakan perkembangan positif dari sisi jumlah, tetapi belum cukup untuk menilai kualitas pasar kerja. Periksa pula:

  • proporsi pekerja formal dan informal;
  • rata-rata upah;
  • jam kerja;
  • jumlah setengah penganggur;
  • pekerja paruh waktu;
  • kemiskinan pekerja;
  • kepesertaan jaminan sosial;
  • stabilitas kontrak; dan
  • produktivitas tenaga kerja.

Sektor informal sering menjadi pilihan cepat setelah PHK. Sektor ini menyediakan penghasilan ketika lowongan formal belum tersedia, tetapi memiliki risiko berupa pendapatan tidak stabil, jam kerja tidak menentu, perlindungan hukum terbatas, dan akses jaminan sosial yang lebih rendah.

Cara membaca data BPS

Jangan membandingkan angka PHK dan pengangguran secara langsung. Keduanya dapat berbeda dalam periode pencatatan, cakupan populasi, metode pengumpulan, definisi operasional, dan wilayah pengamatan. Data PHK dapat berasal dari laporan perusahaan, pemerintah, atau pemberitaan, sedangkan data BPS berasal dari survei dengan metodologi statistik.

Bedakan pula jumlah penganggur, tingkat pengangguran, jumlah penduduk bekerja, dan jumlah angkatan kerja. Tingkat pengangguran dapat turun karena jumlah pekerja bertambah lebih cepat daripada angkatan kerja.

Lihat tren antarkuartal, periode yang sama pada tahun sebelumnya, dan masa sebelum serta sesudah perubahan ekonomi. Faktor musiman seperti masa panen, liburan, Ramadan dan Idulfitri, proyek sementara, serta peningkatan perdagangan dapat memengaruhi penyerapan tenaga kerja.

Makna bagi pemerintah dan pekerja

Pemerintah perlu memastikan penyerapan tenaga kerja menghasilkan pekerjaan yang produktif, berkelanjutan, aman, dan terlindungi. Kebijakan yang relevan mencakup pelatihan sesuai kebutuhan industri, layanan penempatan kerja, dukungan bagi usaha mikro dan kecil, perlindungan korban PHK, perluasan jaminan sosial, serta penciptaan lapangan kerja di daerah.

Pekerja terdampak PHK dapat memperbarui keterampilan, memanfaatkan informasi lowongan, memeriksa hak akibat PHK, mengikuti pelatihan resmi, dan mempertimbangkan pendapatan, jam kerja, keselamatan, perlindungan sosial, serta keberlanjutan sebelum menerima pekerjaan baru.

Kesimpulan

Pengangguran dapat turun meski banyak warga terkena PHK karena kedua indikator tersebut mengukur hal yang berbeda. Penurunan angka dapat dipengaruhi perpindahan ke sektor lain, pekerjaan informal, usaha mandiri, pekerjaan sementara, program padat karya, perubahan angkatan kerja, atau perbedaan periode pencatatan.

Data BPS perlu dibaca bersama informasi tentang upah, jam kerja, status formal dan informal, setengah pengangguran, jaminan sosial, serta tren PHK. Penurunan angka pengangguran menunjukkan kondisi agregat yang lebih rendah, tetapi tidak menghapus tekanan ekonomi yang dialami korban PHK.

FAQ

Apakah pengangguran turun berarti PHK juga turun?

Tidak selalu. PHK dapat meningkat di satu sektor, sementara sektor lain menyerap tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran secara keseluruhan menurun.

Mengapa korban PHK tidak selalu tercatat sebagai penganggur?

Mereka mungkin sudah bekerja kembali, membuka usaha, bekerja informal, mengikuti pekerjaan sementara, atau tidak lagi mencari pekerjaan.

Apa itu tingkat pengangguran terbuka?

Tingkat pengangguran terbuka adalah persentase penganggur terhadap total angkatan kerja, bukan persentase seluruh penduduk yang tidak bekerja.

Apakah pekerjaan informal dapat menurunkan pengangguran?

Ya. Ketika seseorang mulai bekerja di sektor informal, statusnya dapat berubah menjadi bekerja. Namun, perubahan itu belum tentu meningkatkan pendapatan, keamanan kerja, atau perlindungan sosial.

Apa peran program padat karya?

Program padat karya menyediakan pekerjaan sementara atau berbasis kegiatan. Program ini dapat memberikan pendapatan dan mengubah status ketenagakerjaan peserta, tetapi dampaknya perlu dinilai berdasarkan jumlah peserta, durasi, dan keberlanjutan pekerjaan.

Indikator apa yang perlu dilihat selain pengangguran?

Periksa jumlah pekerja formal dan informal, rata-rata upah, jam kerja, setengah pengangguran, pekerja paruh waktu, kepesertaan jaminan sosial, stabilitas kontrak, dan tren PHK.

0 views