Hampir 17 Ribu Ton Benda Mengorbit Bumi
Hampir 17 Ribu Ton Benda Mengorbit Bumi
Orbit Bumi Tidak Hanya Diisi Satelit Aktif
Ketika membayangkan benda yang mengorbit Bumi, satelit aktif biasanya menjadi objek pertama yang terlintas. Padahal, lingkungan orbit juga dipenuhi berbagai sisa aktivitas antariksa, seperti badan roket, satelit yang sudah tidak berfungsi, komponen yang terlepas, serta serpihan akibat ledakan dan tabrakan.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa hampir 17 ribu ton benda buatan manusia mengorbit Bumi. Angka ini menunjukkan total massa berbagai material buatan manusia di sekitar Bumi, bukan keberadaan satu benda raksasa dengan massa 17 ribu ton. Sumber 3
Sebagian benda tersebut masih berfungsi, sedangkan sebagian lainnya telah menjadi sampah antariksa. Perbedaan ini penting karena satelit aktif masih dikendalikan untuk menjalankan tugas, sementara objek yang tidak aktif dapat terus mengorbit tanpa memberikan manfaat.
Kepadatan orbit yang meningkat menciptakan tantangan bagi operator satelit, badan antariksa, astronaut, dan wahana luar angkasa. Semakin banyak objek berada di jalur yang sama, semakin besar kebutuhan untuk melacak pergerakannya, memperkirakan risiko tabrakan, dan melakukan manuver penghindaran.
Apa Arti 17 Ribu Ton Benda di Orbit Bumi?
Angka hampir 17 ribu ton merupakan perkiraan total massa berbagai objek buatan manusia yang tersebar di orbit Bumi. Angka tersebut tidak menunjukkan adanya satu benda berukuran sangat besar.
Objek-objek itu memiliki ukuran dan bentuk beragam. Sebagian berupa badan roket atau satelit berukuran besar. Sebagian lainnya berupa komponen kecil, pecahan logam, atau serpihan hasil kerusakan. Setiap benda memiliki ketinggian, karakteristik orbit, dan masa keberadaan yang berbeda.
Massa total tidak dapat langsung diubah menjadi jumlah benda. Serpihan kecil tetap perlu diperhatikan karena dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan menimbulkan kerusakan besar saat bertabrakan. Pemberitaan mengenai angka tersebut berasal dari ringkasan informasi BRIN dan laporan detikcom. Sumber 1
Jenis Benda yang Mengorbit Bumi
Benda buatan manusia di orbit dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Satelit aktif, yang menjalankan fungsi komunikasi, navigasi, pengamatan Bumi, pemantauan cuaca, atau penelitian.
- Satelit tidak aktif, yang sudah berhenti beroperasi tetapi masih berada di orbit.
- Badan roket, yaitu bagian roket yang tertinggal setelah membawa muatan ke orbit.
- Komponen yang terlepas, seperti bagian perangkat yang jatuh atau terlepas saat pengoperasian dan perbaikan.
- Serpihan, yaitu pecahan yang muncul akibat ledakan, kerusakan, atau tabrakan.
Tidak semua benda yang tidak aktif dapat dikendalikan. Satelit yang masih memiliki bahan bakar dan sistem kendali mungkin dapat dipindahkan ke orbit pembuangan. Sebaliknya, satelit yang rusak total dapat menjadi objek terlantar.
Asal Benda-Benda di Orbit
Sisa Peluncuran Roket
Peluncuran roket tidak selalu berakhir dengan seluruh komponennya kembali ke atmosfer. Tahap roket, penutup muatan, dan bagian lainnya dapat tertinggal di orbit, terutama jika lintasan misi dirancang untuk menempatkan muatan pada ketinggian tertentu.
Sebagian benda akan kehilangan ketinggian dan terbakar saat memasuki atmosfer. Sebagian lainnya dapat bertahan lebih lama, bergantung pada ketinggian, bentuk, massa, dan kondisi lingkungan orbit.
Satelit yang Berhenti Beroperasi
Satelit memiliki masa kerja terbatas. Baterai dapat menurun, perangkat dapat rusak, bahan bakar dapat habis, atau sistem kendali dapat kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan pusat operasi.
Satelit yang tidak lagi berfungsi tetap dapat menimbulkan risiko jika berada di jalur yang digunakan satelit lain. Satelit yang masih dapat dikendalikan bisa diarahkan ke orbit pembuangan, tetapi tindakan ini perlu direncanakan sejak awal misi.
Pecahan akibat Ledakan dan Tabrakan
Ledakan atau tabrakan dapat memecah satu objek besar menjadi banyak serpihan. Setiap serpihan memiliki lintasannya sendiri dan dapat menabrak benda lain.
Ledakan dapat terjadi ketika sisa bahan bakar atau energi tersimpan berada di dalam badan roket dan satelit. Kerusakan struktur, tekanan, atau panas dapat memicu pecahnya objek. Tabrakan kemudian dapat menghasilkan pecahan baru dan meningkatkan risiko secara berantai.
Peralatan yang Terlepas
Komponen kecil dapat terlepas selama perbaikan, pengoperasian, atau aktivitas di orbit. Ukurannya mungkin sulit diamati dari Bumi, tetapi risikonya tidak otomatis kecil.
Dampak tumbukan dipengaruhi massa, bentuk, arah gerak, dan kecepatan relatif. Benda kecil yang bergerak sangat cepat dapat merusak panel surya, antena, sensor, atau permukaan satelit.
Mengapa Sampah Antariksa Berbahaya?
Serpihan Bergerak dengan Kecepatan Tinggi
Benda-benda di orbit bergerak dengan kecepatan tinggi. Karena itu, serpihan kecil dapat menghasilkan energi tumbukan besar ketika menghantam objek lain.
Kerusakan dapat terjadi pada panel surya, antena komunikasi, sensor, sistem kendali, atau pelindung wahana. Jika komponen penting rusak, satelit dapat kehilangan sebagian fungsi atau berhenti beroperasi sepenuhnya.
Risiko Tabrakan dengan Satelit Aktif
Sampah antariksa dapat memaksa operator melakukan manuver penghindaran. Manuver tersebut membutuhkan data pelacakan, waktu pengambilan keputusan, bahan bakar, dan koordinasi.
Perubahan orbit yang terlalu sering dapat mengurangi cadangan bahan bakar atau mengganggu tugas utama satelit. Jika satelit rusak, layanan komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, dan pengamatan Bumi juga dapat terganggu.
Ancaman bagi Wahana dan Astronaut
Wahana antariksa dan stasiun luar angkasa harus memperhitungkan kondisi orbit sebelum dan selama perjalanan. Jalur dengan kepadatan objek lebih tinggi memerlukan perencanaan keselamatan yang lebih ketat.
Wahana menggunakan sistem perlindungan serta prosedur pemantauan dan penghindaran untuk mengurangi dampak benturan. Keberadaan sampah antariksa tidak berarti setiap misi pasti mengalami tabrakan, tetapi risikonya menjadi faktor penting dalam pengoperasian misi.
Mengapa Kepadatan Orbit Terus Meningkat?
Penggunaan satelit terus berkembang untuk komunikasi, navigasi, pengamatan Bumi, penelitian, dan kebutuhan komersial. Setiap misi berpotensi meninggalkan perangkat di orbit.
Sebagian objek dapat bertahan lama karena dipengaruhi ketinggian, bentuk, massa, dan hambatan atmosfer. Objek di orbit rendah dapat turun secara bertahap, tetapi prosesnya tidak selalu cepat. Benda pada ketinggian lebih tinggi dapat bertahan jauh lebih lama.
Tumbukan juga dapat menciptakan efek berantai. Serpihan hasil tabrakan berpotensi menabrak objek lain dan menghasilkan lebih banyak pecahan. Karena itu, menghentikan penambahan sampah baru saja tidak cukup. Benda yang sudah berada di orbit juga perlu dipantau dan, jika memungkinkan, dipindahkan.
Bagaimana Benda di Orbit Dipantau?
Lembaga antariksa dan operator satelit menggunakan sistem pemantauan untuk memperkirakan posisi serta pergerakan objek. Data ini membantu menentukan kemungkinan dua benda untuk saling mendekat atau bertabrakan.
Objek berukuran besar biasanya lebih mudah dideteksi. Serpihan kecil lebih sulit dipantau secara konsisten karena ukuran, bentuk, dan keterbatasan kemampuan pengamatan.
Operator dapat menerima peringatan ketika objek diperkirakan melintas dekat dengan satelit. Tim operasi kemudian menilai jarak, arah gerak, ketepatan data, konsumsi bahan bakar, dan dampak terhadap misi sebelum memutuskan manuver penghindaran.
Pemantauan perlu dilakukan terus-menerus karena objek bergerak, orbit dapat berubah, dan peristiwa baru dapat menghasilkan serpihan tambahan. Koordinasi antaroperator juga penting agar satu manuver tidak meningkatkan risiko terhadap satelit lain.
Dampaknya bagi Kehidupan di Bumi
Masyarakat menggunakan layanan yang bergantung pada satelit, termasuk komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan wilayah, dan penelitian. Kerusakan satu satelit tidak otomatis menghentikan seluruh layanan, tetapi dapat mengurangi kapasitas, menambah beban pada satelit lain, atau meningkatkan biaya penggantian.
Operator juga perlu menyediakan sumber daya untuk pelacakan, analisis risiko, dan manuver penghindaran. Risiko sampah antariksa meningkatkan kompleksitas rancangan satelit, termasuk kebutuhan akan perlindungan, sistem kendali, dan rencana akhir masa operasi.
Misi ilmiah serta penerbangan berawak memerlukan perencanaan keselamatan yang lebih ketat. Kepadatan objek dapat memengaruhi pilihan jalur, jadwal peluncuran, dan prosedur operasi.
Cara Mengurangi Sampah Antariksa
Mencegah Penambahan Sampah Baru
Pencegahan harus dimulai sebelum peluncuran. Perancang misi perlu menentukan cara mengakhiri operasi, mengendalikan sisa bahan bakar, dan mengurangi kemungkinan ledakan.
Memindahkan Satelit Tidak Aktif
Satelit yang masih dapat dikendalikan dapat diarahkan ke orbit pembuangan atau jalur yang lebih aman. Tindakan ini lebih mudah dilakukan jika sudah direncanakan sejak awal misi.
Membersihkan Objek yang Sudah Ada
Pembersihan aktif bertujuan mengambil atau memindahkan objek yang sudah berada di orbit. Teknologi ini menghadapi tantangan besar, termasuk biaya, kepemilikan objek, aturan hukum, dan risiko objek pecah saat ditangani.
Memperkuat Kerja Sama Internasional
Orbit digunakan oleh banyak negara dan perusahaan. Pengelolaan sampah antariksa membutuhkan standar bersama, pertukaran data, aturan tanggung jawab pascamisi, serta koordinasi untuk memperkuat peringatan tabrakan.
Apakah Semua Benda di Orbit Disebut Sampah Antariksa?
Tidak. Sampah antariksa umumnya merujuk pada objek buatan manusia yang sudah tidak memiliki fungsi operasional.
Satelit aktif tidak termasuk sampah selama masih menjalankan tugas. Satelit yang tidak sedang digunakan tetapi masih dapat dikendalikan dapat memiliki status berbeda, bergantung pada konteks dan rencana operasinya.
Kesimpulan
Hampir 17 ribu ton benda buatan manusia mengorbit Bumi. Jumlah tersebut mencakup satelit aktif dan tidak aktif, badan roket, komponen yang terlepas, serta serpihan akibat ledakan dan tabrakan. Angka ini merupakan total massa berbagai objek, bukan satu benda raksasa.
Bahaya utama berasal dari kemungkinan tumbukan. Benda kecil pun dapat merusak satelit atau wahana ketika bergerak dengan kecepatan tinggi. Karena itu, pengelolaan orbit memerlukan pelacakan yang akurat, pencegahan sampah baru, pemindahan objek berisiko, dan kerja sama internasional.
Eksplorasi antariksa tidak hanya membutuhkan kemampuan mencapai orbit. Kegiatan tersebut juga menuntut tanggung jawab untuk menjaga lingkungan orbit tetap aman bagi misi saat ini dan generasi berikutnya.
Tanya Jawab
Apa saja benda yang mengorbit Bumi selain satelit?
Benda tersebut mencakup satelit tidak aktif, badan roket, komponen yang terlepas, dan serpihan akibat ledakan atau tabrakan.
Apakah 17 ribu ton berarti ada satu benda sangat besar di orbit?
Tidak. Angka tersebut merupakan perkiraan total massa berbagai objek buatan manusia yang tersebar di orbit Bumi.
Mengapa sampah antariksa berbahaya bagi satelit?
Sampah antariksa bergerak dengan kecepatan tinggi. Tumbukan dengan serpihan kecil dapat merusak panel surya, sensor, antena, atau sistem penting satelit.
Apakah sampah antariksa bisa jatuh ke Bumi?
Sebagian objek dapat kehilangan ketinggian dan memasuki atmosfer. Kemungkinan serta dampaknya bergantung pada ukuran, komposisi, orbit, dan proses masuk kembalinya.
Bagaimana cara mencegah bertambahnya sampah antariksa?
Caranya meliputi perencanaan akhir masa operasi, pengendalian sisa bahan bakar, pemindahan satelit tidak aktif, pembatasan pelepasan komponen, dan pemantauan berkelanjutan.
Siapa yang bertanggung jawab menangani sampah antariksa?
Tanggung jawabnya melibatkan negara, badan antariksa, operator satelit, perusahaan peluncuran, dan komunitas internasional.