T
31 October 2026 · 0 views

5 Cara Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan

5 Cara Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan

Musim hujan membawa manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko sejumlah penyakit. Curah hujan tinggi dapat menimbulkan genangan, meningkatkan kelembapan udara, mencemari sumber air, dan mempercepat perkembangbiakan nyamuk.

Infeksi saluran pernapasan, diare, penyakit kulit, leptospirosis, dan demam berdarah dengue (DBD) termasuk penyakit yang perlu diwaspadai. Risikonya lebih tinggi pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah atau penyakit tertentu.

Menjaga kesehatan saat musim hujan perlu dilakukan setiap hari, bukan hanya setelah gejala muncul. Kebersihan diri, keamanan makanan dan air, kondisi rumah, serta kesiapan menghadapi cuaca ekstrem harus diperhatikan.

Penyakit yang Sering Muncul Saat Musim Hujan

Infeksi saluran pernapasan

Batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan infeksi saluran pernapasan akut lebih mudah menular di ruang tertutup dan padat dengan sirkulasi udara buruk. Terapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau lipatan siku. Gunakan masker ketika sedang sakit dan hindari berbagi alat makan, minuman, atau handuk.

Demam berdarah dengue

Genangan air setelah hujan dapat menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Waspadai demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, mual, muntah, nyeri otot, dan bintik kemerahan. Tanda perdarahan, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, nyeri perut hebat, atau tubuh sangat lemas memerlukan pertolongan segera.

Penurunan demam tidak selalu berarti kondisi membaik. Segera periksakan diri jika gejala memburuk.

Diare akibat air atau makanan tercemar

Hujan deras dan banjir dapat membawa kotoran, bakteri, bahan kimia, serta limbah ke sumber air. Air yang terlihat jernih belum tentu aman. Diare dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia.

Penyakit kulit

Kelembapan tinggi, pakaian basah, dan paparan air kotor dapat memicu iritasi serta infeksi jamur. Segera cuci tubuh menggunakan air bersih setelah terkena air banjir atau genangan. Bersihkan dan tutup luka terbuka dengan perban bersih.

Leptospirosis

Leptospirosis menular melalui air atau tanah yang tercemar urine hewan, terutama tikus. Bakteri dapat masuk melalui luka pada kulit atau selaput lendir. Hindari kontak langsung dengan air banjir. Jika harus berada di area tergenang, gunakan sepatu bot dan sarung tangan kedap air.

Segera periksakan diri jika setelah terkena banjir muncul demam, nyeri otot, sakit kepala, mata kemerahan, muntah, atau tubuh sangat lemas.

Lima Cara Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan

1. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 20 detik, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, bepergian, menyentuh hewan, atau memegang benda kotor. Bersihkan telapak, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, dan kuku.

Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol jika sabun dan air tidak tersedia. Namun, pembersih tangan bukan pengganti cuci tangan ketika tangan terlihat kotor atau berminyak.

Segera mandi dan ganti pakaian setelah kehujanan atau beraktivitas di tempat basah. Keringkan kaki, terutama sela-sela jari, sebelum memakai kaus kaki atau sepatu. Jangan menggunakan pakaian, handuk, atau sepatu yang masih lembap.

Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lipatan siku. Buang tisu ke tempat sampah tertutup, lalu cuci tangan. Gunakan masker ketika batuk atau pilek dan beristirahatlah di rumah jika kondisi tubuh tidak memungkinkan untuk beraktivitas.

2. Cegah perkembangbiakan nyamuk

Periksa bak mandi, ember, gentong, pot tanaman, tempat minum hewan, talang air, dan wadah lain yang dapat menampung air. Kuras serta sikat tempat penampungan air secara berkala karena telur nyamuk dapat menempel pada dinding wadah.

Tutup rapat wadah air bersih. Untuk wadah yang sulit dikuras, gunakan bahan pembasmi jentik sesuai petunjuk petugas kesehatan. Jangan menggunakan bahan kimia secara sembarangan.

Singkirkan kaleng, botol, ban bekas, plastik, dan wadah yang tidak digunakan. Simpan barang yang masih diperlukan di tempat kering atau balik posisinya agar tidak menampung air. Bersihkan talang dan saluran pembuangan, termasuk area tersembunyi seperti bawah pot, belakang rumah, sudut gudang, dan penutup saluran air.

3. Pastikan makanan dan air tetap aman

Gunakan air matang atau air minum dari sumber terpercaya. Jangan menggunakan air banjir untuk minum, memasak, mencuci bahan makanan, menyikat gigi, atau membuat es. Simpan air minum dalam wadah tertutup.

Masak daging, telur, unggas, dan makanan laut hingga matang. Pisahkan bahan mentah dari makanan matang untuk mencegah perpindahan kuman. Simpan makanan yang mudah rusak di lemari pendingin dan buang makanan yang berbau asam, berubah warna, berlendir, atau terkena air banjir.

Cuci buah dan sayuran dengan air mengalir. Bersihkan tangan dan peralatan masak sebelum serta setelah menyiapkan makanan. Hindari membeli makanan dari tempat yang tidak terlindung dari debu, serangga, air kotor, atau lingkungan yang tidak higienis.

4. Jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup seimbang

Konsumsi makanan beragam yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak sehat. Batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Jika memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, atau kondisi khusus lainnya, ikuti anjuran tenaga kesehatan.

Pertahankan jadwal tidur yang teratur dan kurangi penggunaan telepon genggam, komputer, serta televisi menjelang tidur. Kelola stres melalui peregangan, latihan pernapasan, membaca, beribadah, atau berbicara dengan orang terdekat.

Tetap aktif dengan melakukan peregangan, berjalan di dalam rumah, atau latihan kekuatan sederhana. Hindari berolahraga di area tergenang, licin, atau dekat saluran air. Hentikan aktivitas jika pusing, sesak, nyeri dada, atau tubuh terlalu lelah.

5. Lindungi diri saat cuaca ekstrem

Gunakan jas hujan atau payung serta alas kaki yang tidak licin. Bawa pakaian ganti jika harus bepergian dalam waktu lama. Simpan obat rutin, kartu identitas, dan perlengkapan kesehatan dalam wadah tahan air.

Periksa informasi cuaca sebelum bepergian. Hindari perjalanan saat hujan sangat deras, terjadi petir, atau jalan tidak dapat dilalui dengan aman.

Jangan menerobos arus banjir karena kedalaman dan kekuatannya dapat menipu. Air banjir dapat menyembunyikan lubang, benda tajam, hewan, dan kabel listrik. Jangan menyentuh kabel listrik atau peralatan listrik yang terkena air. Saat petir, berteduhlah di bangunan kokoh dan hindari pohon tunggal, tiang, serta area terbuka.

Jauhkan anak dari genangan, sungai, selokan, dan saluran air terbuka. Pastikan anak mengenakan pakaian kering, minum cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat. Jangan biarkan anak bermain di air banjir atau genangan yang tidak diketahui kebersihannya.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera cari pertolongan medis jika muncul sesak napas, penurunan kesadaran, demam tinggi, dehidrasi, muntah berulang, perdarahan, nyeri dada, atau kelemahan berat.

Pada anak, tanda bahaya meliputi sesak napas, demam berkepanjangan, lemas berat, muntah terus-menerus, kejang, tidak mau minum, jarang buang air kecil, mulut kering, dan mata tampak cekung.

Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep. Antibiotik tidak digunakan untuk semua penyakit, sedangkan pemakaian yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan resistansi. Ikuti dosis serta petunjuk tenaga kesehatan.

Kebiasaan Sederhana Setiap Hari

  • Periksa genangan air di dalam dan sekitar rumah.
  • Pastikan bak, ember, dan wadah air tertutup.
  • Bersihkan talang serta saluran pembuangan.
  • Siapkan pakaian kering dan perlengkapan hujan.
  • Bawa air minum saat bepergian.
  • Periksa kondisi kaki dan kulit setelah beraktivitas di luar rumah.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.
  • Segera bersihkan tubuh setelah terkena air kotor.
  • Hindari makanan dari tempat yang kebersihannya meragukan.
  • Jauhkan anak dari area banjir, arus deras, dan saluran air terbuka.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Mengabaikan genangan kecil

Genangan kecil tetap dapat menjadi tempat nyamuk bertelur. Periksa area bawah pot, belakang lemari, halaman, gudang, talang, dan wadah yang jarang digunakan.

Menggunakan makanan atau air tercemar

Jangan gunakan air banjir untuk memasak atau mencuci makanan. Buang makanan yang terkena air kotor karena pemanasan belum tentu menghilangkan seluruh risiko pencemaran.

Menunda pemeriksaan medis

Demam tinggi, sesak napas, dehidrasi, perdarahan, dan muntah terus-menerus memerlukan perhatian medis. Penurunan demam sementara tidak selalu menunjukkan kondisi telah membaik.

Menggunakan obat tanpa petunjuk

Jangan menggabungkan beberapa obat flu tanpa memeriksa kandungannya. Ikuti dosis pada kemasan atau petunjuk tenaga kesehatan. Hindari memberikan obat orang dewasa kepada anak tanpa arahan medis.

Penutup

Menjaga kesehatan saat musim hujan dimulai dari kebiasaan sederhana: menjaga kebersihan diri, memberantas tempat berkembang biak nyamuk, memastikan makanan dan air aman, menerapkan pola hidup seimbang, serta mengantisipasi cuaca ekstrem.

Lakukan pencegahan secara rutin, bukan hanya ketika anggota keluarga mulai sakit. Periksa lingkungan rumah, tutup tempat penampungan air, cuci tangan, dan siapkan perlengkapan menghadapi hujan. Jika muncul gejala berat, segera cari pertolongan medis.

Tanya Jawab

Apa penyakit yang sering muncul saat musim hujan?

Penyakit yang sering muncul meliputi infeksi saluran pernapasan, DBD, diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. Risikonya dipengaruhi kebersihan lingkungan, kualitas air, genangan, kepadatan tempat tinggal, dan daya tahan tubuh.

Apakah kehujanan langsung menyebabkan sakit?

Kehujanan tidak selalu langsung menyebabkan penyakit. Risiko dapat meningkat jika tubuh terlalu lama basah dan kedinginan, kemudian terpapar virus, bakteri, atau lingkungan yang tidak higienis. Setelah kehujanan, segera ganti pakaian dan keringkan tubuh.

Bagaimana cara mencegah DBD di rumah?

Kuras dan sikat tempat penampungan air, tutup wadah air, singkirkan barang yang dapat menampung air hujan, serta bersihkan talang dan saluran pembuangan. Periksa lingkungan secara rutin.

Apa yang harus dilakukan jika demam muncul?

Pantau suhu tubuh, minum cukup, beristirahat, dan perhatikan gejala lain. Segera periksa jika demam tinggi, berlangsung beberapa hari, disertai muntah, perdarahan, sesak napas, lemas berat, nyeri perut, atau tanda dehidrasi.

Bagaimana menjaga kesehatan anak saat cuaca ekstrem?

Pastikan anak mengenakan pakaian kering, memperoleh makanan bergizi dan cukup cairan, tidur cukup, serta tidak bermain di genangan atau area banjir. Pantau demam, batuk, sesak napas, nafsu makan, dan perubahan perilakunya.

Kapan air banjir harus dihindari?

Air banjir sebaiknya dihindari karena dapat mengandung kotoran, bakteri, bahan kimia, dan benda tajam. Jika kontak tidak dapat dihindari, gunakan pelindung, segera bersihkan tubuh, tutup luka, dan periksakan diri jika muncul demam, nyeri otot, luka meradang, atau keluhan lain.

0 views